Selasa, 09 Maret 2010

gangguan tingkah laku / kenakalan remaja

gangguan tingkah laku / kenakalan remaja
1. Pedoman diagnostik
• Ciri khas : adanya suatu pola tingkah laku disosial, agresif atau bila lebih dari 6 bulan atau lebihmenentang yan berulang dan menetap
• Penilaian didasarkan atas tingkat perkembangan anak
2. diagnosa banding
a. gangguan emosional pada kanak-kanak
b. gangguan kebiasaan
3. faktor resiko/faktor yang mempengaruhi
a. lingkungan sosial yang buruk
b. hubungan keluarga yang kurang memuaskan (sering bertengkar sehngga anak tidak kerasan di rumah dan bergaul dengan anak-anak nakal)
c. keadaan ekonomi
d. anak sendiri
Penyebab yang diturunkan. Sifat kepribadian umum yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya
Penyebab yang diperoleh pada waktu anak berkembang. Telah lama diketahui bahwa gangguan otak seperti trauma kepala, ensefalitis, neoplasma dan lain-lain dapat mengakibatkan perubahan kepribadian.
4. lebih sering pada anak laki-lakiepidemiology
5. manifest. Klinis/ contoh gangguan tingkah laku
a. perkelahian atau pelecehan yang berlebihan
b. kekejaman terhadap hewan atau sesama manusia
c. perusakan yang hebat atas barang milik orang lain
d. kebohongan berulang
e. membolos dari sekolah dan lari dari rumah
f. mengadat yang hebat
g. perilaku provoktif yang menantang
h. sikap menentang yang hebat serta menetap
6. klasifikasi
a. F.91.0 (Gangguan tingkah laku yang terbatas pada lingkungan keluarga)
Sesuai dengan kriteria 91
Tidak ada gangguan tingkah laku signifikan di luar lingkungan keluarga dan anak di luar lingkungan rumah
b. F. 91.1 (gangguan tingkah laku tak berkelompok)
Adanya kombinasi mengenai perilaku disosial dan agresif berkelanjutan dengan sifat kelainan yang pervasif dan bermakna dalam hubungan anak yang bersangkutan dengan anak lainnya
Adanya keterkucilan dari dan/atau penolakan oleh, atau kurang disenanginya oleh anak-anak sebayanya, dan karena ia tidak mempunyai sahabat karib atau hubungan empatik, timbal balik yang langgeng dengan anak dalam kelompok usianya.
Hubungan dengan orang dewasa ditandai perselisihan, rasa bermusuhan, dan dendam. Hubungan baik dengan orang dewasa dapat terjalin (sekali pun biasanya kurang bersifat akrab dan percaya ) dan sandainya ada, tidak menghilangkan kemungkinan diagnosa ini
Tindak kejahatan biasanya sendirian.
c. F. 91.2 (Gangguan tingkah laku berkelompok)
Adanya perilaku disosial atau agresif berkelanjutan pada anak yang umumnya cukup terintegrasi di dalam kelompok sebayangnya
d. F.91.3 (gangguan sikap menentang (membangkang))
Gangguan tingkah laku ini berawal pada anak di bawah usia 9 dan 10 tahun. Ditandai adanya perilaku menentang, ketidakpatuhan, perilaku provokatif dan tidak adanya tindakan dissosial dan agresif yang lebih berat yang melanggar hukum ataupun melanggar hak asasi orang lain
Pola perilaku nevagistik, bermusuhan, menentang, provokatif dan merusak tersebut berlangsung secara berkelanjutan dan melampaui reentang perilaku normal bagi anak pada kelompok usia yang sama dakam lingkungan sosial-budaya serupa
Mereka cenderyng sering kali dan secara aktif membangkang terhadap permintaan dan peraturan orang dewasa serta dnegan sengaja mengusik orang lain. Lazimnya mereka bersikap marah, benci dan mudah teganggu oleh orang lain yang dipersalahkan atas kekeliruan dan kesultan yang mereka lakukan sendiri
Daya toleransi terhadap frustasi rendah dan cepat hilang kesabarannya
e. F. 91.8 Gangguan tingkah laku lainnya
f. Gangguan tingkah laku YTT
Hanya digunakan untuk gangguan yang memenuhi kriteria 91, namun tidak memenuhi kriteria untuk salah satu subtipe lainyya (exclusi)
7. penatalaksanaan
a. pencegahan
Pendidikan dasar secara dini pada masa anak-anak; penyelesaian masalah, pengenalan emosi, dan pengendalian amarah dengan cara konseling, latihan-latihan mengenai ketrampilan sosial, hubungan interaksi dengan orang lain dan sebagainya
Sekolah perlu mendatangkan tenaga ahli profesional yang dapat membangkitkan motivasi dan cara pendidikan yang tepat yang diperuntukkan untuk orangtua murid.
Siswa yang mengidap gejala-gejala gangguan kepribadian antisosial diberikan bantuan konseling dan terlibat langsung dalam group komunitas yang peduli dengan kesehatan mental
Pendidikan masyarakat, termasuk di dalamnya organisasi kepemudaan yang telah di latih oleh ahli terapis yang dapat membantu anak-anak yang beresiko mengalami gangguan kepribadian antisosial
b. terapi keluarga terutama pad orangtuanya
orang tua tetap memberikan perhatian dan kasih sayang (anak tidak di benci), memberikan perhatian dan disiplin sepantasnya
menciptakan hubungan yang akrab
orang tua sebagai figur contoh yang kuat, stabil dan bijaksana
c. terpai kelompok
dengan teman sebaya tapi bukan teman satu gengnya
d. terapi tingkah laku
memberi pujian atau hadiah bila berperilaku sesuai harapan
e. terapi sosial
dengan terapi kerja untuk melatih tanggunng jwab
f. psikoterapi individual
terutama pada anak dengan latar belakang ada konflik dengan orangtuanya
g. residntial treatment
kekurangan :biaya mahal
tinggal di asrama, sekolah-olahraga-mengurus rumah tangga-ditambah terapi kelompok
h. obat psikotropik dapat membantu dalam mengawasi perilaku agresif individual, terutama bila terdapat kerusakan otak, psikoterapi sangat sukar dalam hal ini
8. prognosis
a. buruk, apabila terjadi pada usia muda (, 10 tahun), gejala agresivitas berat dan sering
b. baik, apabila gjala ringan, Iqnya normal dan tidak ada psikopatologi keluarga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar